educationforall

Pertemuan 5,6,7 & 8

Pertemuan 5

STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN

1.        Strategi fasilitatif

Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakqan strategi fasilitatif artinya untuk mencapai tujuan perubahan perubahan sosial yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar. Strategi fasilitatif akan dapat digunakan dengan tepat jika :

(a)mengenal masalah yang dihadapi serta menyadari perlunya mencari target perubahan, (2) merasa perlu adanya perubahan, (3) bersedia menerima bantuan dari luar dirinya, (4) memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha merubah atau memperbaiki dirinya.

2.       Strategi Pendidikan.

Dengan strategi ini orang harus belajar lagi tentang sesuatu yang dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari tingkah laku atau sikap baru. Strategi pendidikan dapat berlangsung efektif, perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini :

-          digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai

-          disertai dengan keterlibatan berbagai pihak, misalnya dengan adanya:

  • sumbangan dana, donator, serta penunjang yang lain.

-          digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya.

  • Strategi pendidikan akan kurang eefektif jika :

-          tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan pendidikan.

-          digunakan dengan tanpa dilengkapi strategi yang lain.

3.       Strategi bujukan tepat digunakan bila klien tidak berpartisipasi dalam perubahan sosial. Berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambil keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial. Strategi bujukan tepat jika masalah dianggap kurang penting atau jika cara pemecahan masaalah kurang efektif serta pelaksana program perubahan tidak memiliki alat control secara langsung terhadap klien..

4.      Strategi dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan. Penggunaan strategi paksan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  • Partisipasi klien terhadap proses perubahan rendah

Klien tidak merasa perlu untuk berubahan.

 

Pertemuan 6

INOVASI DALAM ORGANISASI

Organisasi (Yunani: ργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.

  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Organisasi adalah sistem yang mapan yang terdiri dari individu-individu yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan adanya hirarki dan pembagian tugas. Organisasi terbentuk untuk mengatasi tugas dalam skala besar melalui hubungan manusia yang reguler. Struktur organisasi ditentukan oleh beberapa hal yaitu :

1.        Tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. (pre-determined goal)

Secara formal organisasi didirikan untuk meraih tujuan/target tertentu. Goal atau tujuan ini akan menentukan struktur dan juga fungsi dari organisasi tersebut. Misalnya : FeDex dibentuk untuk mengantarkan paket/dokumen dalam semalam. Maka organisasi yang terbentuk sangat centralize/ seperti paramilitary unit. Karena ada time constrain atau keterbatasan waktu.

2.       Peran-peran yang ditetapkan. (Prescribes Roles)

Tugas dalam organisasi ini didistribusikan pada berbagai posisi sebagai peran atau jabatan. Tugas ini adalah sekumpulan aktifitas yang harus dilakukan oleh seorang individu yang menempati posisi/jabatan tertentu. Posisi ini adalah ‘kotak’ dalam bagan organisasi. Jadi orangnya bisa berubah, jabatannya tetap sama. Yang terjadi adalah setiap orang yang mengisi posisi tersebut mereka diharapkan untuk mejalankan peran yang sama.

3.       Struktur otoritas (Authority Structure)

Dalam organisasi formal, semua posisi/jabatan ini tidak memiliki otoritas yang setara/equal. Namun posisi disusun secara hirarki begitu pula struktur otoritasnya. Sehingga jelas siapa yang bertanggungjawab pada siapa.

4.      Kaidah dan Peraturan

Suatu sistem formal akan terbentuk dari peraturan yang tertulis yang akan mengatur pembuatan keputusan dan aksi dari anggota organisasi. Untuk memastikan bahwa ada keseragaman dalam operasinya maka dibentuk kaidah-kaidah dalam misalnya untuk promosi, menerima anggota baru, untuk koordinasi pada berbagai aktifitas dll.

5.       Pola yang Informal

Setiap organisasi formal sebenarnya dapat ditandai dengan berbagai praktek informal, norma, dan relasi sosial antara anggotanya. Praktek informal ini menjadi bagian penting dalam organisasi. Walaupun niat awal dari birokrasi organisasi adalah untuk membuat hubungan personal itu sebisa mungkin menjadi formal/memiliki standart.

Melihat semua karakter ini, seolah organisasi itu sangat stabil dan jauh dari inovasi. Justru sebaliknya inovasi itu selalu terjadi dalam organisasi, karena sesungguhnya inovasi adalah salah satu proses fundamental yang terus berlangsung dalam organisasi.

 

Pertemuan 7

1. Pengertian manajemen

Pendapat para ahli

  • The most comporehensive definition views manajemen as an integrating process by which authorized individual create, maintain, and operate an organization in the selection an accomplishment of it’s aims (Lester Robert Bittel (Ed), 1978 : 640)
  • Manajemen itu adalah pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan sumberdaya, yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau tujuan kerja yang tertentu (Prajudi Atmosudirdjo,1982 : 124)
  • is the use of people and other resources to accomplish objective ( Boone& Kurtz. 1984 : 4)
  • manajemen-the function of getting things done through people (Harold Koontz, Cyril O’Donnel:3)
  • Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindsakan-tindakan : Perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan poengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia serta sumber-sumber lain (George R. Terry, 1986:4)
  • Manajemen dapat didefinisikan sebagai ‘kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain’. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa manajemen merupakan alat pelaksana utama administrasi (Sondang P. Siagian. 1997 : 5)
  • Manajemen is the process of efficiently achieving the objectives of the organization with and through people De Cenzo&Robbin1999:5

2. Konsep Manajemen Pendidikan

Oteng Sutisna (1989:382) menyatakan bahwa Administrasi pendidikan hadir dalam tiga bidang perhatian dan kepentingan yaitu : (1) setting Administrasi pendidikan (geografi, demograpi, ekonomi, ideologi, kebudayaan, dan pembangunan); (2) pendidikan (bidang garapan Administrasi); dan (3) substansi administrasi pendidikan (tugas-tugasnya, prosesnya, asas-asasnya, dan prilaku administrasi), hal ini makin memperkuat bahwa manajemen pendidikan mempunyai bidang dengan cakupan luas yang saling berkaitan, sehingga pemahaman tentangnya memerlukan wawasan yang luas serta antisipatif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat disamping pendalaman dari segi perkembangan teori dalam hal manajemen.

Pengertian manajemen Pendidikan

Pendapat para ahli

  • Administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien…Djam’an Satori, (1980: 4)
  • Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya Made Pidarta, (1988:4)
  • Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan Biro Perencanaan Depdikbud, (1993:4)
  • educational administration is a social process that take place within the context of social system Castetter. (1996:198)
  • Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan… Soebagio Atmodiwirio. (2000:23)
  • Manajemen pendidikan ialah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersamaEngkoswara (2001:2)

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Ruang lingkup manajemen pendidikan meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengendalian terhadap SDM. fungsi manajemen dengan bidang garapan yakni sumber Daya manusia (SDM), Sumber Belajar (SB), dan Sumber Fasilitas dan Dana (SFD),

Manajemen berbasis Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah.

2. Dengan adanya materi ini, diharapkan dapat membantu kita dalam melakukan inovasi dalam manajemen pendidikan. Hal ini sangat berguna agar dalam memanaj pendidikan kita harus berkembang. Dengan adanya program MBS bisa meningkatkan mutu pendidikan secaa optimal.

Pertemuan 8

Inovasi dalam kurikulum pembelajaran

Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan dimana guru (pengajar) dan murid (pembelajar) berinteraksi, membicarakan suatu bahan atau melakukan suatu aktivitas, guna mencapai tujuan yang dikehendaki. Dr Oemar Hamalik mengartikan pembelajaran sebagai “suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur, yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Juga dikemukakan bahwa pembelajaran merupakan “upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik”

Diantara guru dan murid terjadi komunikasi multi arah. Prof. Mohamad Surya mengemukakan pengajaran akan bersifat efektif jika (1) berpusat kepada siswa yang aktif, bukan hanya guru; (2) terjadi interaksi edukatif diantara guru dengan murid; (3) berkembang suasana demokratis; (4) metode mengajar bervariasi; (5) gurunya profesional; (6) apa yang dipelajari bermakna bagi siswa; (7) lingkungan belajar kondusif serta (8) sarana dan prasarana belajar sangat menunjang.

Kegiatan yang termasuk ke dalam pembelajaran secara aktif. Mengutip gagasan Paul D. Dierich, Dr Oemar Hamalik mengemukakan delapan kelompok perbuatan belajar aktif.

1 – Kegiatan-kegiatan visual: membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, mengamati orang lain bekerja, atau bermain.

2 – Kegiatan-kegiatan lisan (oral): mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi.

3 – Kegiatan-kegiatan mendengarkan: mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan instrumen musik, mendengarkan siaran radio.

4 – Kegiatan-kegiatan menulis: menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat sketsa, atau rangkuman, mengerjakan tes, mengisi angket.

5 – Kegiatan-kegiatan menggambar: menggambar, membuat grafik, diagram, peta, pola.

6 – Kegiatan-kegiatan metrik: melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan (simulasi), menari, berkebun.

7 – Kegiatan-kegiatan mental: merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, menemukan hubungan-hubungan, membuat keputusan.

8 – Kegiatan-kegiatan emosional: minat, membedakan, berani, tenang dan sebagainya.

Mengapa harus kegiatan belajar aktif?

Bahwa guru PAK harus berusaha mengelola kegiatan belajar aktif bersama muridnya ialah pertama, karena hakekat manusia sebagai pribadi yang dinamis.

Landasan kedua, Tuhan Yesus sendiri sebagai Guru Agung, mengajari dan melatih murid-murid-Nya dengan kegiatan aktif.

Landasan ketiga ialah sifat remaja yang kita layani, sebagai pribadi-pribadi yang bertumbuh dan berubah dalam segi fisik, kognitif, emosional dan sosial. Siswa remaja di tingkat SLTP yang berusia sekitar 13/14-15/16 tahun, menginginkan kegiatan aktif secara fisik, belajar dengan gerakan tubuh atau melakukan sesuatu.

Oemar Hamalik misalnya, mengemukakan ada sejumlah manfaat atau kegunaan dari kegiatan pembelajaran aktif, antara lain:

1 – Siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri.

2 – Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa.

3 – Memupuk kerjasama yang harmonis di kalangan para siswa yang pada gilirannya dapat memperlancar kerja kelompok.

4 – Siswa belajar dan bekerja berdasarkan minat dan kemampuan sendiri, sehingga sangat bermanfaat dalam rangka pelayanan perbedaan individual.

5 – Memupuk disiplin belajar dan suasana belajar yang demokratis dan kekeluargaan, musyawarah dan mufakat.

6 – Membina dan memupuku kerjasama antara sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara guru dan orangtua siswa, yang bermanfaat dalam pendidikan siswa.

7 – Pembelajaran dan belajar dilaksanakan secara realistik dan konkrit, sehingga mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta menghindarkan terjadinya verbalisme.

8 – Pembelajaran dan kegiatan belajar menjadi hidup sebagaimana halnya kehidupan dalam masyarakat yang penuh dinamika. (1995: 91).

Teori belajar aktif Dave Meier

Dari penelitiannya, Dave Meier berpendapat bahwa manusia memiliki empat dimensi yakni: tubuh atau somatis (S), pendengaran atau auditori (A), penglihatan atau visual (V), dan pemikiran atau intelek (I). Bertolak dari pandangan ini ia mengajukan model pembelajaran aktif yang disingkat SAVI – somatis, auditori, visual dan intelektual. Dengan pemahaman ini beliau mengajukan sejumlah prinsip pokok dalam belajar, yakni:

1 – Belajar melibatkan seluruh tubuh dan pikiran

2 – Belajar adalah berkreasi, bukan mengkonsumsi.

3 – Kerjasama membantu proses belajar.

4 – Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan.

5 – Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri.

6 – Emosi positif sangat membantu pembelajaran.

7 – Otak-citra menyerap informasi secara langsung dan otomatis.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: