educationforall

Pertemuan 14,15,16 & 17

Pertemuan 14

E-PORTOPOLIO PART 2

WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya WordPress adalah penerus resmi dari b2/cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi.Nama WordPress diusulkan oleh Christine Selleck, teman ketua pengembang (developer), Matt Mullenweg.  kelebihan dari wordpress adalah kita bisa dengan mudah berbagi pengetahuan tentang konsep tertentu dengan orang banyak. kelemahannya orang lain bisa melakukan plagiat terhadap tulisan yang telah kita posting di wordpress.

 

Pertemuan 15

MANAJEMEN KELAS SATU KOMPUTER

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di kelas harus dibarengi dengan penyediaan perangkat TIK seperti komputer dan piranti multimedia yang memadai agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Namun pada kenyataannya tidak semua sekolah di Indonesia dapat menyediakan perangkat sesuai dengan jumlah siswa, misalnya satu murid dengan satu komputer. Pengadaan komputer dan perangkat TIK sesuai dengan jumlah ideal tentu saja akan membutuhkan dana yang besar belum lagi biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulannya seperti biaya listrik dan pemeliharaan.

Hal diatas tentu saja membutuhkan perlakuan khusus agar kegiatan integrasi TIK dalam proses pembelajaran dapat tetap terlaksana tanpa harus tersedia jumlah perangkat TIK yang ideal. Manajemen Kelas dengan Komputer Terbatas,Dengan modifikasi pengaturan kelas, kita dapat memanfaatkan jumlah komputer yang terbatas pada kelas untuk melaksanakan integrasi TIK dalam pembelajaran di kelas.

 

Pertemuan 16

PENDAMPINGAN ONLINE BERBASIS SEKOLAH

Perubahan yang paling mendasar dalam bidang  pendidikan antara lain yaitu perubahan  kewenangan yang terkait dengan pengembangan kurikulum. Hal itu adalah sebagaimana yang di amanatkan  dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kewenangan mengembangkan kurikulum beralih sentralistik menjadi desentralistik. Implikasinya adalah sekolah dan komite sekolah, atau komite madrasah memiliki kewenangan untuk mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya.

Untuk membantu sekolah dalam pengembangan KTSP, Pusat kurikulum sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 24 Tahun 2006 tentang  Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi  Lulusan mengemban tugas untuk melakukan pendampingan dan sekaligus melakukan  monitoring terhadap pelakasanaan  pengembangan KTSP bersama dengan perguruan tinggi dan LPMP. Tujuan kegiatan pendampingan tersebut yaitu memberikan pembekalan berupa konsep dan pola penyusunan dan pengembangan KTSP kepada satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK baik kepada guru maupan kepala sekolah.

Daerah yang dipilih dalam pendampingan pengembangan KTSP di provinsi Banten adalah kabupaten Tangerang. Kabupaten ini terletak berbatasan dengan kota jakarta, dan kondisi pendidikan di kabupaten ini sudah cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya sekolah SSN, dan SBI di wilayah ini. Jumlah sekolah yang ada di kabupaten ini terdiri atas Kegiatan pendampingan dilaksanakan di SMPN 1 Curug, lokasi sekolah ini agak jauh dari kantor dinas pendidikan kabupaten Tangerang. Jumlah sekolah yang teradap di kabupaten Tangerang adalah PADU 646, SD 1137, SMP 296, SMA 85, dan SMK 75 sekolah.

Sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh dinas pendidikan untuk didampingi dalam

pengembangan KTSP adalah: (1) KB Tarakanita, Kab. Tangerang) (2) TK Islamic Village, Kab. Tangerang (3) Sekolah Dasar Negeri Kadu I, Kab. Tangerang (4) Sekolah Menengah Pertama Negeri I Curug (5) SMA Negeri 1 Curug, Kab. Tangerang (6) SMK Negeri 1 Panongan, Kab. Tangerang. Komposisi peserta yang dilibatkan dalam kegaitan ini adalah:

PAUD 9 orang, SD 7 orang, SMP 8 orang, SMA 15, SMK 16, dan staf dinas pendidikan 2 orang.

Sambutan pihak dinas pendidikan dengan kegiatan yang diselenggarakan Pusat Kurikulum ini sangat baik sekali, hal ini ditunjukkan oleh kebijakan dinas pendidikan menambah peserta menjadi 150 orang, sedangkan yang dibiayai oleh Pusat Kurikulum hanyak 57 orang, dan sisanya dibiayai oleh dinas pendidikan. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, dan salah  satu point yang sangat penting yang diungkapkan beliau adalah menjadikan pilot projek bagi pendampingan KTSP secara berkelanjutan, dan jaga ada ungkapan yang disampaikan oleh guru “ganti menteri ganti kurikulum”

Kegiatan pendampingan pengembangan KTSP untuk satuan pendidikan dilakuakan

selama 4 hari, yang dimulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 16.00 sore setiap harinya. Selama kegaitan berlangsung antusias peserta sangat tinggi, mereka telah bekerja dengan keras untuk dapat membuat dokumen 1 dan dokumen 2. Prosedur kegiatan yang dilaksanakan pendampingan dan monitoring KTSP melalui serangkaian kegaitan berupa “Focus Group Discussion” baik secara Pleno, berkelompok maupun individual, workshop, dan wawancara.

Hal umum yang ditemukan pada tiap satuan pendidikan adalah peserta masih kesulitan dalam memahami konsep-konsep pengembangan  KTSP antara lain kriteria ketuntasan minimal, pengembangan silabus, pengembangan RPP, penilaian kelas, merumuskan SK dan KD muatan lokal. Selain itu tidak meratanya pemahaman guru tentang KTSP. Di  SD banyak kendala yang dihadapi dalam pengembangan KTSP, diantaranya adalah guru merasa beban yang mereka tanggung sangat  berat karena mereka guru kelas yang mengajar seluruh mata pelajaran sehingga harus membuat silabus dan RPP seluruh mata pelajaran. Hal lain yang membingungkan adalah tentang penyusunan perencanaan pembelajaran tematik. Di SMP hal yang dirsasa berat adalah dalam penyusunan perencanaan IPA dan IPS terpadu, karena mereka beranggapan seluruh mata pelajaran yang ada di IPS harus diajarkan oleh satu guru. Untuk SMA dan SMK tidak mengalami banyak kesulitan dalam penyusunan silabus dan RPP tiap mata pelajaran. Kendala lain yang dihadapi  letak geografis yang cukup jauh sehingga pelaksanaan MGMP agak sulita sehingga dilaksanakn berdasarkan gugus – rayon yang berdekatan.

Beranjak dari hasil temuan pada saat monitoring pengembangan KTSP masih menemukan banyak kendala, maka untuk itu perlu dilakukan kegiatan yang terencana dengan baik dan dilakukan secara intensif dan berkesinambungan sehingga penyelenggara pendidikan di satuan pendidikan memiliki konsep yang menyeluruh dan mendalam tentang KTSP.

 

Pertemuan 17

MANAJEMEN KELAS ONLINE

A.     MANAJEMEN
Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

a.      manajemen sebagai suatu proses

b.      Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,

c.        Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya. Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri. Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi

B.      KELAS
Sebuah kelas tidak boleh sekedar diartikan sebagai tempat siswa berkumpul untuk mempelajari sejumlah ilmu pengetahuan. Demikian juga sebuah sekolah bukanlah sekedar sebuah gedung tempat murid mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Sekolah dan kelas diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendidik anak-anak, yang tidak hanya harus didewasakan dari aspek intelektualnya saja, akan tetapi dalam seluruh aspek kepribadiannya. Untuk itu bagi setiap tingkat dan jenis sekolah diperlukan kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dalam perkembangannya. Kurikulum yang dipergunakan di sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas kelas dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang berdaya guna bagi pembentukan pribadi siswa. Dengan kata lain aktivitas sebuah kelas sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang dipergunakan di sekolah. Suatu kelas akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kurikulum yang dipergunakan di sekolah dirancangkan sesuai dengan dinamika masyarakat. Sekolah yang kurikulumnya dirancangkan secara tradisional akan mengakibatkan aktivitas kelas berlangsung secara statis. Kurikulum tradisional diartikan sebga sejumlah materi pengetahuan dan kebudayaan hasil masa lalu yang harus dikuasai murid untuk mencapai suatu tingkat tertentu, yang dinyatakan dengan ketentuan kenaikan kelas atau pemberian ijazah kepada murid tersebut. Di dalam kurikulum seperti itu mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah (subject certerd curriculum yang pada umumnya bersifat intelektualistis.

Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola”, ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa Inggris, yaitu management yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. “Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan”Dekdibud (dalam Rachman 1997:11). Pengelolaan dalam pengertian umum menurut Arikunto (dalam Djamarah 2006:175) adalah pengadministrasian pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Menurut Hamalik (dalam Djamarah 2006:175) ”kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru” sedangkan menurut Ahmad (1995:1) “kelas ialah ruangan belajar dan atau rombongan belajar “
Hadari Nawawi memandang kelas dari dua sudut, yaitu:
1. Kelas dalam arti sempit yakni, ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekadar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangan yang antara lain didasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.
2. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai suatu kesatuan diorganisasi menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan (Djamarah2006:176).
“Pengelolaan kelas merupakan ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.” (Mulyasa 2006:91). Sedangkan menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:177) ”Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas.” Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah .” Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat “ bahwa penelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan.” Pengelolaan dapat dilihat dari dua segi, yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: