educationforall

konsep Dasar Inovasi Dalam Manajemen Sarana dan Prasarana

Konsep Inovasi Dalam Manajemen Sarana Dan Prasarana

Pelaksanaan pendidikan nasional harus menjamin pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di tengah perubahan global agar warga Indonesia menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam pergaulan nasional maupun internasional. Untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan tersebut, Pemerintah telah mengamanatkan penyusunan delapan standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimum tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pelaksanaan pembelajaran dalam pendidikan nasional berpusat pada peserta didik agar dapat:
(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(b) belajar untuk memahami dan menghayati,

(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan

(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Untuk menjamin terwujudnya hal tersebut diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang memadai tersebut harus memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan dalam standar sarana dan prasarana.Standar sarana dan prasarana ini untuk lingkup pendidikan formal, jenis pendidikan umum, jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu: Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Standar sarana dan prasarana ini mencakup:

1.      kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah,

2.      kriteria minimum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.

PENGERTIAN

1)      Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah.

2)      Prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah.

3)      Perabot adalah sarana pengisi ruang.

4)      Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk pembelajaran.

5)      Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.

6)      Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber belajar.

7)      Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran yang menjadi pegangan peserta didik dan guru untuk setiap mata pelajaran.

8)      Buku pengayaan adalah buku untuk memperkaya pengetahuan peserta didik dan guru.

9)      Buku referensi adalah buku rujukan untuk mencari informasi atau data tertentu.

10)  Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk selain buku meliputi jurnal, majalah, surat kabar, poster, situs (website), dan compact disk.

11)  Bahan habis pakai adalah barang yang digunakan dan habis dalam waktu relatif singkat.

12)  Perlengkapan lain adalah alat mesin kantor dan peralatan tambahan yang digunakan untuk mendukung fungsi sekolah/madrasah.

13)  Teknologi informasi dan komunikasi adalah satuan perangkat keras dan lunak yang berkaitan dengan akses dan pengelolaan informasi dan komunikasi.

14)  Lahan adalah bidang permukaan tanah yang di atasnya terdapat prasarana sekolah/madrasah meliputi bangunan, lahan praktik, lahan untuk prasarana penunjang, dan lahan pertamanan.

15)  Bangunan adalah gedung yang digunakan untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah.

16)  Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus.

17)  Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.

18)  Ruang laboratorium adalah ruang untuk pembelajaran secara praktik yang memerlukan peralatan khusus.

19)  Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan pengelolaan sekolah/madrasah.

20)  Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, dan menerima tamu. 21. Ruang tata usaha adalah ruang untuk pengelolaan administrasi sekolah/madrasah.

21)  Ruang konseling adalah ruang untuk peserta didik mendapatkan layanan konseling dari konselor berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

22)  Ruang UKS adalah ruang untuk menangani peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah.

23)  Tempat beribadah adalah tempat warga sekolah/madrasah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah.

24)  Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi peserta didik.

25)  Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil.

26)  Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, peralatan sekolah/madrasah yang tidak/belum berfungsi, dan arsip sekolah/madrasah.

27)  Ruang sirkulasi adalah ruang penghubung antar bagian bangunan sekolah/madrasah.

28)  Tempat berolahraga adalah ruang terbuka atau tertutup yang dilengkapi dengan sarana untuk melakukan pendidikan jasmani dan olah raga.

29)  Tempat bermain adalah ruang terbuka atau tertutup untuk peserta didik dapat melakukan kegiatan bebas.

30)  Rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satu satuan kelas.

Prasarana Sekolah

Sebuah SD/MI sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:

1.      ruang kelas,

2.      ruang perpustakaan,

3.      laboratorium IPA,

4.      ruang pimpinan,

5.      ruang guru,

6.      tempat beribadah,

7.      ruang UKS,8. jamban,

8.      gudang,

9.      ruang sirkulasi,

10.  tempat bermain/berolahraga.

Sebuah SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:

1.      ruang kelas,

2.      ruang perpustakaan,

3.      ruang laboratorium IPA,

4.      ruang pimpinan,

5.      ruang guru,

6.      ruang tata usaha,

7.      tempat beribadah,

8.      ruang konseling,

9.      ruang UKS,

10.  ruang organisasi kesiswaan,

11.  jamban,

12.  gudang,

13.  ruang sirkulasi,

14.  tempat bermain/berolahraga.

Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:

1.      ruang kelas,

2.      ruang perpustakaan,

3.      ruang laboratorium biologi,

4.      ruang laboratorium fisika,

5.      ruang laboratorium kimia,

6.      ruang laboratorium komputer,

7.      ruang laboratorium bahasa,

8.      ruang pimpinan,

9.      ruang guru,

10.  ruang tata usaha,

11.  tempat beribadah,

12.  ruang konseling,

13.  ruang UKS,

14.  ruang organisasi kesiswaan,

15.  jamban,

16.  gudang,

17.  ruang sirkulasi,

18.  tempat bermain/berolahraga

LANDASAN TEORI

A.    Definisi Inovasi

Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Amabile et al. (1996) mendefinisikan inovasi yang hubungannya dengan kreativitas adalah:

Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam artidiscovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. Sedangkan invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia. Prof. Dr. Anna Poejiadi (2001) memberikan penjelasan: Secara harfiahto discover berarti membuka tutup. Artinya sebelum dibuka tutupnya, sesuatu yang ada di dalamnya belum diketahui orang. Sebagai contoh perubahan pandangan dari geosentrisme menjjadi heliosentrisme dalam astronomi. Nicolaus Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun guna melakukan pengamatan dan perhitungan untuk menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, bahwa planet-planet lain juga berputar mengelilingi matahari. Kesalahan besar yang ia lakukan adalah bahwa ia yakin semua planet (termasuk bumi dan bulan) mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran. Penemuan ini menggugah Tycho Brahe melakukan pengamatan lebih teliti terhadap gerakan planet. Data pengamatan kemudian membuat Johanes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat. Penemuan ketiga tokoh tersebut merupakan ”discovery”. Sedangkan invent yang dalam kamus didefinisikan sebagai menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Contoh inventionadalah penemuan Thomas Alva Edison (1847-1931), yaitu penemuan perekam suara elektronik, penyempurnaan mesin telegram yang secara otomatis mencetak huruf mesin, mesin piringan hitam, dan pengembangan bola lampu pijar. Inovasi diartikan penemuan dimaknai sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang baik berupa discovery maupun invensi untuk mencapai tujuan atau untuk memecahkan masalah tertentu. Dalam inovasi tercakup discovery dan invensi.

Kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah baruSantoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992 : 6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalah sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi.

Kita berada di tengah-tengah samudera hasil inovasi. Ada inovasi: pengetahuan, teknologi, ICT, ekonomi, pendidikan, sosial, dsb. Inovasi dapat dikelompokkan pula atas inovasi besar dan inovasi kecil-kecil namun sangat banyak. Inovasi itu tidak harus mahal. Inovasi itu dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja. Kalau leluhur kita tidak inovatif, kita semuanya akan tetap tinggal di gua-gua, dalam kegelapan, tanpa busana.

Inovasi dapat menjadi positif atau negatif. Inovasi positif didefinisikan sebagai proses membuat perubahan terhadap sesuatu yang telah mapan dengan memperkenalkan sesuatu yang baru yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Inovasi negatif menyebabkan pelanggan enggan untuk memakai produk tersebut karena tidak memiliki nilai tambah, merusak cita rasa dan kepercayaan pelanggan hilang.

Menurut Joseph Schumpeter definisi inovasi dalam ekonomi,1934:
Mengenalkan barang baru dimana para pelanggan belum mengenalnya atau kualitas baru dari sebuah barang;

1.      Mengenalkan metoda produksi baru yang dibutuhkan, ditemukan melalui serangkaian uji coba ilmiah;

2.      Membuka pasar baru, dimana perusahaan sejenis tidak memasukinya, baik pasar tersebut ada atau belum ada ketika perusahaan memasukinya;

3.      Menguasai sumber bahan baku baru untuk industri barang;

4.      Menjalankan organisasi baru, seperti menciptakan monopoli, atau membuka monopoli perusahaan lain.

Dalam OECD, (1995) definisi Inovasi Teknologi adalah: Mengimplementasikan produk dan proses teknologi baru yang dapat meningkatkan pangsa pasar. Penciptaan proses dan produk baru melibatkan penelitian ilmiah, teknologi, organisasi, finansial dan aktifitas periklanan. Menurut Regis Cabral (1998, 2003) bahwa Inovasi adalah elemen baru yang diperkenalkan dalam jaringan yang dapat mengubah, meskipun hanya sesaat, baik harganya, pelakunya, elemen-nya atau simpul dalam jaringan.

B.     Tipe inovasi

Ada 5 tipe inovasi menurut para ahli, yaitu:

1. Inovasi produk; yang melibatkan pengenalan barang baru, pelayanan baru yang secara substansial meningkat. Melibatkan peningkatan karakteristik fungsi juga, kemampuan teknisi, mudah menggunakannya. Contohnya: telepon genggam, komputer, kendaraan bermotor, dsb;

  1. Inovasi proses; melibatkan implementasi peningkatan kualitas produk yang baru atau pengiriman barangnya;
  2. Inovasi pemasaran; mengembangkan metoda mencari pangsa pasar baru dengan meningkatkan kualitas desain, pengemasan, promosi;
  3. Inovasi organisasi; kreasi organisasi baru, praktek bisnis, cara menjalankan organisasi atau perilaku berorganisasi;
  4. Inovasi model bisnis; mengubah cara berbisnis berdasarkan nilai yang dianut.

Inovasi karakteristiknya ditentukan oleh pasar dan bisnis. Inovasi yang mengikuti kondisi, memungkinkan pasar dapat dijalankan seperti biasanya. Inovasi yang terpisah, dapat mengubah pasar atau produk contohnya penemuan barang murah, tiket pesawat murah. Inovasi inkrementasi (penambah) muncul karena berlangsungnya evolusi dalam berpikir inovasi, penggunaan teknologi yang memperbesar peluang keberhasilan dan mengurangi produk yang tidak sempurna.

Inovasi radikal, mengubah proses manual menjadi proses berbasis teknologi keseluruhannya.

C.     Sumber inovasi

Terdapat dua sumber utama inovasi , yaitu:

1. Secara tradisional, sumbernya adalah inovasi fabrikasi. Hal tersebut karena agen (orang atau bisnis) berinovasi untuk menjual hasil inovasinya.

  1. Inovasi pengguna; hal tersebut dimana agen (orang atau bisnis) mengembangkan inovasi sendiri (pribadi atau di rumahnya sendiri), hal itu dilakukan karena produk yang dipakainya tidak memenuhi apa yang dibutuhkannya.

D.    Tujuan Inovasi

Tujuan utama inovasi adalah:

  • meningkatkan kualitas;
  • menciptakan pasar baru;
  • memperluas jangkauan produk;
  • mengurangi biaya tenaga kerja;
  • meningkatkan proses produksi;
  • mengurangi bahan baku;
  • mengurangi kerusakan lingkungan;
  • mengganti produk atau pelayanan;
  • mengurangi konsumsi energi;
  • menyesuaikan diri dengan undang-undang;

E.     Kegagalan Inovasi

Hasil survey menunjukkan, bahwa dari 3000 ide tentang sebuah produk, hanya satu yang sukses di pasaran. Kegagalan inovasi mengakibatkan hilangnya sejumlah nilai investasi, menurunkan moral pekerja, meningkatkan sikap sinis, atau penolakan produk serupa dimaa datang. Padahal produk yang gagal seringkali memiliki potensis ebagai ide yang baik, penolakan terjadi karena kurangnya modal, keahlian yang kurang, atau produk tidak sesuai kebutuhan pasar. Kegagalan harus diidentifikasi dan diselesksi ketika proses berlangsung. Penyeleksian dini memungkinkan kita dapat menghindari uji coba ide yang tidak cocok dengan bahan baku, sehingga dapat menghemat biaya produksi.

Penyebab umum gagalnya suatu proses inovasi, dapat disaring kedalam 5 macam, yaitu:
definisi tujuan yang buruk

1.      buruknya mensejajarkan aksi untuk mencapai tujuan;

2.      buruknya partisipasi anggota tim;

3.      buruknya pengawasan produk;

4.      buruknya komunikasi dan akses informasi.

F.      Siklus Inovasi

Siklus inovasi berlangsung seperti kurva difusi dimana pada tahap awal, tumbuh relatif lambat, ketika kemudian pelanggan merespon produk tersebut sebagai sebuah kebutuhan maka pertumbuhan produk meningkat secara eksponensial. Pertumbuhan produk akan terus meningkat bila dilakukan inkrenetori inovasi atau mengubah produk. Di akhir kurva pergerakannya melambat kembali dan cenderung menurun.

Perusahaan yang inovatif akan bekerja dengan cara inovasi baru, yang menggantikan cara lama untuk mempertahankan tumbuhnya kurva melalui pembaharuan teknologi, bila teknologi tidak dilakukan pembaharuan pertumbuhan akan cenderung stagnan atau bahkan menurun.

G.    Inovasi Manajemen

Inovasi manajemen adalah inovasi dalam proses pengaturan organisasi. Langkah pertama adalah menghasilkan ide perubahan mengenai produk atau proses. Dalam beberapa kasus ide muncul dari observasi masalah sekarang atau masa depan.Untuk menghasilkan ide bisa melalui pengamatan masalah atau membaca buku, internet, majalah, dan diskusi dengan teman sejawat secara informal.

Bila kita dapat melihat kesempatan untuk mengembangkan sebuah ide, maka hal tersebut dinamakan menghasilkan ide. Proses menghasilkan ide berupa memoles ide yang asli, atau menggabungkan ide, kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui mana yang sesuai dengan tujuan, bahan baku, kebutuhan pengguna, dan tentunya biaya produksi.

Bila kesempatan telah terbuka, maka ide masuk pada tahapan berikut yaitu mengembangkan ide. Proses pengembangan bertumpu pada prototipe ide dan pengujian kebutuhan pasar. Banyak ide baru bermunculan pada fase pengembangan ini sesuai kebutuhan yang berlangsung dinamis dalam masyarakat.

Fase akhir dalam proses inovasi adalah realisasi dan pada banyak kasus dinamakan eksploitasi dimana para pelanggan melakukan evaluasi akhir.

H.    Inovasi Sarana dan Prasarana

Inovasi sarana dan prasarana harus mengacu pada mengacu pada tupoksi lembaga dan peraturan perundangan yang berlaku yaitu UUSPN NO. 20 tahun 2003 dan Standar Nasional Pendidikan PP 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran (termasuk diklat) termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

I.       Restrukturisasi Kelas Berbasis Teknologi

Pembelajaran tidak hanya terpaku pada kegiatan yang lebih dari hanya berbicara dan transfer pengetahuan, seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi dilklat mencari bentuk baru dalam proses pembelajaran anak. Pembelajaran yang dimaksudkan adalah perkembangan teknologi dimasa kini dan mendatang murid butuh untuk persiapan dirinya trutama kaitanyya dengan pengembangan projeck-projeck yang haerus dikerjakan baik secara individual maupun kelompok. Hal ini tentunya mendorong guru untuk lebih bertindak sebagai coaching dari pada hanya sekedar telling dan spending ilmu pengetahuan.

Pemanfaatan teknologi informasi adalah basis dalam pengembangan pembelajaran di dalam kelas, baik dalam pengaturan kelas dengan alat teknologi tersebut (praktek), maupun kelas yang di sett dengan alat teknologi yang memungkinkan anak dapat mempelajari apa yang diinginkannya dengan bantuan alat teknologi tersebut. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa teknologi memberikan dan nenuntut hal-hal berikut :

1.      Menuntut guru melakukan pekerjaan dan alat yang lebih rumit;

2.      Mengarah kepada peran guru sebagai pelatih dari pada sebagai penyalur pengetahuan;

3.      Menyediakan kesempatan kepada guru untuk mempelajarai isi pembelajaran kembali dan menggunakan metode yang tepat berdasarkan kurikulum yang ada.

4.      Dapat memberikan dorongan kepada murid untuk bekerja lebih keras dan lebih berhati-hati dalam belajar;

5.      Membangun budaya nilai dan mutu pekerjaan dalam diklat secara signifikan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam restrukturisasi kelas dengan basis teknologi
Adalah hal yang penting bagi guru ketika memikirkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya terpfokus pada teknologi komputer, walaupun memang pada saat ini komputer adalah salah satu alat yang sedang digemari oleh dilklat dalam mendukung kegiatan anak didilklat walaupun baru sampai pada tarap kegiatan ekstrakurikuler saja. Ada alat lainnya yang juga bisa dimanfaatkan dalam melaksanakan kegaiatan pembelajaran dan tidak hanya sebagai alat Bantu akan tetapi memang sebagai kegiatan belajar yang dijalani oleh siswa, seperti telepon, facsimile, video teknologi, dan lain-lain.
Yang harus dipikirkan dan menjadi bahan pertanyaan bagi guru ketika membuat perencanaan pengajaran dengan berbasiskan teknologi adalah : 1) What general role do these technologies play in the class room?, 2) What are the implications of using technology for me as a teacher?, 3) Will the use of technology help my students learn?, and 4) How do I integrate them into my teaching?

1.      Beberapa hal yang menjadi hal perlu ada dalam teknologi yang kita gunakan adalah :
Teknologi itu bisa menyediakan informasi

2.      Membangun pengetahuan dan keterampilan murid

3.      Bisa mengakses sumber belajar lainnya.

Guru berkepentingan untuk memilih dan menetukan teknologi yang digunakan terutama kaitannya dengan kepentingan spesifikasi kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh siswa dan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu hal-hal berikut ini perlu diperhatikan oleh guru :

1.      The depth and quality of the information provide may vary;

2.      Different technologies and their application have direct implication on the number in which the classroom is organized;

3.      Tecnologies differ on cost and amount of integration needed to use them;

4.      Tecnologies vary in the flexibility of use.

Implikasinya bagi guru dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran adalah memperlancar kegiatan dan memudahkan dalam proses pembelajaran karena sebagai berikut :

1.      Menuntut banyak kegiatan dari siswa dan menuntut murid untuk bnyak berhati-hati untuk menyiapkan pekerjaanya

2.      Dapat menyajikan bahan ajar yang komplek

3.      Mempercayai murid dapat memahami konsep-konsep yang berat

4.      Dapat mempertemukan kebutuhan individual murid yang paling baik

5.      Dapat lebih memokuskan pada kegiatan murid sebagai senter dalam proses pembelajaraannya

6.      Membuka lebih luas perbedaan-perbedaan individual dan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam pembelajaran

7.      Membuka kesempatan yang lebih luas dalam perbedaan pengalaman belajar bagi murid

8.      Merasa lebih professional, karena diantara alat yang ada dapat mengurangi waktu dalam memberikan instruksi dan lebih kepada membantu anak dalam belajar.

Pertanyaan lainnya bagi guru ketika memulai pembelajaran dengan basis teknologi adalah :

1.      Bagaimana murid mereaksi terhadap teknologi yang dipergunakan dalam belajarnya?

2.      Bagaimana teknologi memberikan dampak terhadap pengetahuan yang akan diberikan kepada murid dan bagaimana murid dapat menangkapnya?

3.      Bagaimana teknolgi dapat merubah ruang dan waktu dalam kegiatan belajar mengajar?

4.      Keterampilan baru apa yang harus dimiliki murid ketika akan memulai berlajar?

5.      Bagaimana teknologi dapat merubah kelas dan hubungan guru dengan murid?

6.      Bagaimana teknolgi memberikan dampak terhadap prestasi di kelas?

7.      Bagaimana teknologi ini berkerja/dijalankan?

8.      Berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan teknologi dalam pembelajaran di kelas?

9.      Apakah teknologi dapat merubah gaya mengajar?

10.  Permasalahan-permasalahan apa yang dapat ditemukan bila memanfaatkan teknologi terutama dalam pengelolaan kelas?

Lingkungan untuk efektivitas Penggunaan Teknologi

Teknologi di dalam kelas membantu memperlancar kegiatan belajar yang harus dilalui oleh murid dan memberikan kemudahan bagi guru dalam proses mentransfer ilmu pengetahuan kepada muridnya. Oleh karena itu lingkungan kelas harus memberikan dukungan kepada kegiatan belajar yang menyenangkan bagi murid dan guru mengajar dengan nyaman pula. Hal esensial yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Perlengkapan teknologi harus tepat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
  • Akan membutuhkan banyak waktu dan mempelajarinya ketika teknologi masuk dalam program instruksional
  • Unsur-unsur pendukung sangat dibutuhkan seperti, keselamatan, kenyamanan, dan keindahan
  • Tenaga pendukung juga diperlukan ketika penggunaan teknologi lebih komplek.

Pentingnya Guru yang Inovatif dalam Restrukturisai Kelas Berbasis Teknologi

Setiap guru menghendaki muridnya dapat belajar dan sukses dalam belajarnya. Keberhasilan dalam belajar murid akan bergantung kepada usaha-usaha guru memberikan arahan dan memberikan bantuan dalam kegiatan belajar tersebut. Dengan perbedaan yang dimiliki oleh murid teknologi memungkinkan secara individual projek-projek perorangan dapat dilakukan dengan maksimal, tentunya dengan bantuan dan dorongan dari guru.

Guru yang inovatif sangat dibutuhkan dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang akan dilakukannya, dimulai dari kegiatan merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sampai kepada penilaian hasil belajar akan membutuhkan energi yang tinggi. Oleh karena itu orang kreatif itu akan mudah dalam menemukan inovasi-inovasi yang memungkinkan kegiatan pembelajarnnya lebih cepat, lebih berhasil dan lebih bermanfaat bagi murid.

Pendekatan

1. Orang dan keterampilan

Inovasi sarana dan prasarana diarahkan kepada peningkatan kemampuan orang sebagai penyelenggara dan ilmu pengetahuan serta keterampilan output yang diharapkan

2. Alat dan bahan

Inovasi melekat pada alat dan bahan diklat yang akan dipergunakan untuk melaksanakan program-program pendidikan dan latihan

3. Teknologi manual

Inovasi sarana dan prasarna diklat terdiri atas alat dan bahan yang bersifat manual yang akan dipergunakan oleh pelaksana dan peserta

4. Teknologi Komputerisasi

Teknologi komputerisasi merupakan bagian dari inovasi pengembangan sarana dan prasarna diklat

5. Teknologi informasi

Teknologi informasi merupakan bgian dari inovasi pengembangan sarana dan prasarna diklat guna menunjang kelancaran dalam transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan dari pelaksana kepada peserta pendidikan dan latihan

Prinsip-Prinsip

a. Relevance

Inovasi sarana dan prasarana diklat harus berkesuaian dengan kebutuhan dalam penyelenggaraan diklat, terutama dalam penyesuaian-penyesuaian dengan kebutuhan pengembangan pengetahuan dan keterampilan ketenagaan.

b. Manageable

Inovasi sarana dan prasarna diklat merupakan bagian dalam pengembangan fungsi-fungsi manajemen kelembagaan

c. Sustainability

Inovasi sarana dan prasarana diklat harus dapat dilihat dari keberlanjutan program

d. Efficiency

Inovasi sarana dan prasarna diklat memperhatikan unsur efisiensi dalam program kelembagaan, tidak menyebabkan penghamburan-penghamburan dalam pembiayaan dan waktu

e. Productivity

Inovasi sarana dan prasarana diklat mengacu kepada peningkatan produktivitas kelembagaan diklat dan output

f. Innovative

Inovasi sarna dan prasarna diklat merupakan bentuk-bentuk hasil pemikiran dan pengembangan-pengembangan yang inovatif

g. Up to date

Sarana dan prasarana program yang dikembangkan merupakan hal yang terbaru dalam penyelenggaraan diklat

 

DAFTAR PUSTAKA

http://inducation.blogspot.com/2008/10/standar-sarana-dan-prasarana-sekolah.html

 

PENGADAAN DAN PENDISTRIBUSIAN PERLENGKAPAN SEKOLAH SEKOLAH

A.    PERENCANAAN PERLENGKAPAN SEKOLAH

Beberapa esensi dari karakteristik esensial pencanaan pengadaan perlengkapan sekolah, yaitu sebagai berikut.

1.    Perencanaan perlengkapan sekolah itu merupakan proses menetapkan dan memikirkan.

2.    Objek pikir dalam perencanaan perlengkapan sekolah adalah upaya memenuhi sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan sekolah.

3.    Tujuan perncanaan perlengkapan sekolah adalah efektivitas dan efisiensi dalam pengadaan perlengkapan perlengkapan sekolah.

4.    Perencanaan perlengkapn sekolah harus memenuhi prinsip-prinsip:

a.    Perencanann perlengkapan sekolah harus benar-benar proses intelektual;

b.    Perencanaan berdasarkan pada analisis kebutuhan melalui studi komperhensif mengenai masyarakat sekolah dan kemungkinan pertumbuhannya , serta prediksi populasi sekolah;

c.    Perencanaan perlengkapan sekolah harus realistis seuai anggaran;

d.    Visualisasi hasil perencanaan perlengkapan sekolah harus jelas dan rinci, baik jumlah, jenis, merek, dan harganya.

B.    PROSEDUR PERENCANAAN PENGADAAN PRLENGKAPAN SEKOLAH

Jame J. Jones (1996) mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah sebagai berikut.

1.    Menganalisis kebutuhan masyarakat, menetapkan program untuk masa yang akan datang sebagai bahan evaluasi.

2.    Melakukan survey keseluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu.

3.    Memilih kebutuhan utama sebagai hasil survey.

4.    Mengembangkan educational specification untuk setiap program yang terpisah-pisah dalam usulan master plan.

5.    Merancang stiap proyek yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan.

6.    Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dan melakasanakan sesuai dengn gambaran kerja yang diusulkan.

7.    Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan.

Dua orang teoritis administrasi lainnya menjelaskan tentang prosedur pereencanaan pengadaan perlengkapan sekolah, oleh Emery Stoops dan Russel E. Johnson (1969).

1.    Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan.

2.    Penetapan kebutuhan perlengkapan.

3.    Penetapan spesifikasi.

4.    Penetapan harga satuan perlengkapan.

5.    Pengujian segala kemungkinan.

6.    Rekomendasi.

7.    Penilaian kembali.

C.   PENGADAAN PERLENGKAPAN SEKOLAH

Langkah-langkah pengadaan peralatan yang telah diuji cobakan, sebagai berikut:

1.    Dinas Pendidikan Nasional Kota/kabupaten menyusun daftar perlengkapan sebanyak-banyaknyayang dilengkapi dengan spesifikasi  masing-masing.

2.    Dinas Pendidikan Nasional Kota/kabupaten memberitahukan klepada pihak sekolah akan mendapatkan bantuan dana pengadaan perlengkapan sekolah.

3.    Kepala sekolha dan guru juga pengurus komite sekolah memilih daftar perlengkapan yang akan dibeli sesuai denagn kebutuhan sekolahnya masing-msing.

4.    Kepala sekolah mengajukan permohonan kepada dinas sebagai berikut.

a.    Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB)

b.    Kuitansi dengan mencantumkan nomor rekening sekolah.

c.    Daftar alat untuk KBM

d.    Berita Acara Rapat Pemilihan, yang sudah dibubuhi cap dan tanda tangan

5.    Dinas Pendidikan Nasional Kota/kabupaten memberikan persetujuan dan mencairkan dana yang diminta sekolah kesekolah bersangkutan melalui prosedur pencaiaran dana sebagaimana berlaku (misalnya melalui KPKN)

6.    Berdasarkan uang yang diterima, kepala sekolah membelanjakan sesuai kebutuhan.

7.    Kepala sekolah membuat laporan dengan prosedur yang baku.

D.   PENDISTRIBUSIAN PERLENGKPAN SEKOLAH

Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepala unit atau orang-orang yang membutuhkan barang itu. Dalam prosesnya ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu ketepatan barang yang harus disampaikan,  ketepatan penyampaian, kondisi barang yang didistribusi.

Dalam penyusuna alokasi, ada 4 hal yang harus diperhatikan dan ditetapkan.

1.    Penerimaan barang.

2.    Waktu penerimaan barang.

3.    Jenis barang yang disalurkan kepada pemakai.

4.    Jumlah barang yang akan didistribusikan.

Berdasarkan keseluruhan uraian tentng pendistribusian diatas, dapat ditegaskan bahwa pada dasarnya ada dua system pendistribusian barang yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah, yaitu system langsung dan system tidak langsung.

E.    RANGKUMAN

Pengadaan perlengkapan pendidikan disekolah biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan  sesuai  dengn perkembangan sekolah, menggantikan barang-barang yang rusak, hilng, dihapuskan dan sebab lainya yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengadaan perlengkapan pendidikn disekolah sebaiknya direncanakan dengan hati-hati. Perencanaan perlengkapan pendidikan didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan dimasa yang akn datang. Perihal proses atau prosedurnya telah banyak direkomendasikan oleh para teoritis namun, pada akhirnya keefektifitasannya dapat dilihat seberapa jauh pengadaannya itu dpat memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dalam periode tertentu.

Barng-barang perlengkapan sekolah yang telah didakn dapat didistribusikan. Pendistribusian perlengkapan sekolah adalah kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab dari seorang penanggungjawab dari seorang penanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan. Ada tiga langkah pendistribusian, penyusunan alokasi, pengiriman barang, penyerahan barang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: